Ahlan wasahla ya ukhti, kayfa khaluki? (nah lho, nah
lho, pada kagak ngertik kan?). Itu Bahasa Arab Sista, artinya selamat datang
Sista, bagaimana kabar kalian? (-_-). Hehe, Raa semakin jago nge-bahasaarab
(masa’ sih?) iya, setelah tiga tahun di gembleng dan di gojlok oleh Bapak
Bahasa Arab kita tercinta (iyaiya assalamualaikum Bapak Drs.Makmuri). Eh,
kayaknya Sista udah pada ngebling-bling pas baca judul note Raa kali ini. Ayoo
yang mau tahu biaya untuk kuliah di kedokteran, tunjuk hidung (ehh !@#$%). Slow
down ya Sista, insyaallah Raa bakal ngasih perincian biaya yang
serinci-rincinya deh (hiperbola ih) tentunya dengan cost terbaru tahun 2013
(update gitu), tapi tetep step by step.
Sista, sebelum mau kepo lebih lanjut tentang cost
biaya kuliah di kedokteran, ada baiknya Raa ngasih tau Sista dulu hal-hal
mengenai kedokteran, (penting?) banget malah, ini biar gak terjadi
kesalahpahaman maksud antara kita berdua (hadehh, bahasanya -,-). Sista, note
yang Raa tulis ini asli berdasarkan pengalaman Raa selama menempuh pendidikan di
kedokteran. Kenapa Raa perlu menekankan Program Studi (prodi) disini karena
akhir-akhir ini suka timbul salah persepsi antara penyamaartian kedokteran,
padahal di fakultas kedokteran itu terbagi menjadi beberapa cabang-cabang lagi
lho (kayak pohon ya ^_^).
Raa ambil contoh untuk Universitas Negeri Sriwijaya
atau lebih populer di panggil Unsri. Nah, di fakultas kedokteran Unsri di tahun
2013 ada lima prodi berbeda (berdasarkan subsidi UKT, UKT itu apa? Ehh, entar
nanti dijelasin ya). Prodi-prodi itu sebagai berikut:
- Ilmu Keperawatan - S1
- Pendidikan Dokter (Umum) - S1
- Pendidikan Dokter Gigi - S1
- Program Profesioners (Spesialis) - S1
- Psikologi - S1
So, ada baiknya sebelum Sista cuap-cuap pengen masuk
fakultas kedokteran, Sista kudu milih prodi yang mana dulu. Andaikata aja
Sisita pilih Ilmu Keperawatan, Sista juga bisa dikatakan anak kedokteran
walaupun gak jadi dokter. Kebanyakan orang sekarang udah keburu mengartikan
fakultas kedokteran itu ujung-ujungnya jadi dokter, padahal kan gak selalu begitu.
Tapi, untuk masalah biaya, yang pasti beda-beda per-prodi. Kalo berdasarkan
rating sementara (badan survey abal-abal), yang paling tinggi masih tetap
dipegang prodi pendidikan dokter. Ops, sini Raa kasih tau ya Sista, pemberian
label ‘umum’ itu untuk membedakan antara prodi pendidikan dokter dan pendidikan
dokter gigi.
Oke, sebelum terlambat kita jauh melangkah (ituu
bukannya lirik lagu ya? LOL). Cost yang akan Raa bahas hanya mengenai
Pendidikan Dokter Umum (PDU) yah, jadi yang bukan PDU muuuiiiinggiiiirr!!!
(ehhe, main-main kok). Semua boleh baca juga hitung-hitung buat referensi.
Biaya ini mungkin akan berbeda-beda di berbagai tempat Sista, jadi
pinter-pinter Sista buat cari informasi ya.
Di tahun ajaran 2013-2014 ini, pemerintah mengeluarkan
peraturan baru mengenai sistem pendidikan Sista (gak cuma buat sekolah aja,
perguruan tinggi juga). Melalui Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
(Permendikbud) Nomor 55 tahun 2013 pada 84 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
se-Indonesia tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT), maka PTN yang terdaftar akan membumihanguskan yang namanya Uang
Pangkal (UP). Sista pasti udang surving kan gimana besarnya UP untuk kuliah di
PDU. Denger-denger, kakak kelas Raa tahun kemarin nyampe 26 juta buat UP aja (itu-pun
katanya Unsri tergolong punya biaya kedokteran yang lebih murah ketimbang
universitas lain).
UKT itu kalo di sekolah ibarat kayak SPP Sista. Biaya
yang mesti kita keluarkan untuk keperluan di universitas. Kalo biasanya SPP itu
dibayarkan tiap bulan plus tiap satu semester, dengan UKT Sista cuma perlu
bayar tiap semester aja. Dengan biaya UKT kita juga udah dapet jaket almamater
lho Sista. Untuk PDU-pun UKT itu sudah termasuk uang praktek juga. Well, UKT
itu cuma berlaku buat jalur SNMPTN dan SBMPTN (reguler), yang masuk lewat jalur
UM (non-reguler) masih tetap dikenakan macem-macem biaya Sista. Penarikan UKT
didasarkan pada kemampuan ekonomi kita (ehh, orang tua maksudnya). Pembayaran
untuk UKT sendiri terbagi menjadi lima kelompok. Jadi tiap orang bisa beda-beda
tergantung kelompoknya. Untuk lebih lanjut mengenai UKT, Sista bisa klik di
sini Kemdikbud
Biasanya pada saat Sista verifikasi akan diminta data
penghasilan orang tua, nah dari data itulah pembagian kelompok UKT ditentukan.
Jadi bisa kira-kira sendiri kan bakal masuk di kelompok mana. Sista, ini
pembagian biaya untuk lima kelompok UKT PDU.
Prodi
|
Kel.1
|
Kel.2
|
Kel.3
|
Kel.4
|
Kel.5
|
PDU
|
Rp 500.000,-
|
Rp 1.000.000,-
|
Rp 8.025.000,-
|
Rp 11.900.000,-
|
Rp 20.000.000,-
|
Ada satu lagi jalur yang ngebebasin biaya alias gratis-tis-tis-tis bahkan adapula yang justru di kasih uang saku, namanya program Bidik Misi. Beneran dari awal masuk Sista gak akan di kenakan UP atau UKT lagi. Tapi program ini tentunya bersyarat Sista. Program ini tentunya ditujukan bagi calon mahasiswa yang selain cerdas-cerdas juga memiliki kemampuan ekonomi yang kurang. Jadi kalo orang tua Sista udah PNS, jangan berharap lulus program ini (entahlah, padahal kan PNS gak kaya-kaya amat ya -_-).
Sista, Raa bakal ngasih list perincian cost kuliah di
PDU pada tahun awal buat para mahasiswa baru (maba). Ini buat jalur Non Bidik
Misi (jiah bakal ketahuan kalo ini biaya kuliah pribadi Raa). Tapi gakpapa lah,
itung-itung ngebantu Sista buat berpikir. Sista juga bisa sesuaikan sama
keperluan Sista yang lain misalnya ada yang nge-kost gitu.
Berhubung di tahun Raa jadi maba berbarengan dengan diberlakukannya UKT, jadi itungan buat biaya kuliah di PDU-nya lumayan simple soalnya gak pakek UP, SPP per-bulan, dan SPP per-semester (yang namanya disebut apalaaah gitu).
No.
|
Jenis Biaya
Pokok
|
Biaya (Rp)
|
1.
|
Fotokopi ATK / Verifikasi / Registrasi
|
50.000
|
2.
|
UKT
Semester I
|
11.900.000
|
3.
|
Buka Rekening (Tabungan Baru)
|
50.000
|
4.
|
Textbook
PDU
|
4.000.000
|
5.
|
Baju Lab
|
100.000
|
6.
|
UKT
Semester II
|
11.900.000
|
TOTAL (±)
|
28.000.000
|
|
Biaya yang tetap adalah untuk UKT, sedangkan untuk biaya lainnya bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk tahun selanjutnya Sista bisa kira-kira sendiri kan dengan mengurangi biaya nomer 1, 3, dan 5. Kenapa biaya nomor 4 tidak Raa anjurkan untuk dihilangkan? Sista, anak kedokteran itu identik dengan textbook alias buku teks kedokteran. Biaya yang satu ini yang kita gak bisa dapet subsidi UKT. Di kedokteran juga menerapkan Sistem Blok dimana mengharuskan mahasiswa lebih aktif mencari ilmu sendiri (makanya di perlukan banyak buku). Itu juga yang membuat biaya kuliah di kedokteran semakin membengkak Sista. Satu buku aja harganya ada yang sampe jutaan, tapi ada juga yang gak sampe seratus ribu sih (wah-wah T,T). So, Sista mesti nyiapin cost lebih buat textbook.
Masih penasaran apa itu Sistem Blok dan berapa sih
sebenarnya harga textbook kedokteran? Sabar \(*o*)/ Terus pantengin note ini
yah. Terima kasih telah membaca Sista. See you.